Jonghyun 'SHINEe' bunuh diri. Mengapa?
Akhir-akhir maraknya beredar
kasus bunuh diri, salah satunya yaitu dari personel boy grup ‘SHINEe’ yang
berasal dari Korea Selatan. Berita setempat mengatakan bahwa Kim Jong Hyun atau
yang akrab di panggil Jonghyun oleh fans-fansnya mengatakan bahwa ia melakukan
aksi bunuh diri di apartemen daerah
Cheongdam, Korea Selatan pada hari Senin, 18 Desember 2017 sekitar pukul
16.00KST. Sebelumnya, Jonghyun sempat mengirimkan pesan singkat kepada kakak
perempuannya yang mengatakan
“It’s been really hard up until
now. Send me off please. Tell everyone i’ve suffered. This is my last
greeting.”
Sontak
sang kakak langsung menghubungi pihak dari kepolisian dan tim medis untuk
mengecek keadaan adiknya yang mengkhawatirkan itu. Jonghyun ditemukan dalam
keadaan tidak sadar di apartemen yang baru disewanya selama dua hari itu dan
langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun naas, nyawanya tak dapat
diselamatkan lagi.
Aparat berwenang menduga
pria kelahiran 8 April 1990, Hyehwa-dong, Seoul, Korea Selatan meninggal
dunia akibat bunuh diri. Dugaan itu diperkuat oleh temuan barang bukti berupa
briket batu bara yang tengah dipanggang di penggorengan pada ruangan tertutup.
Seorang teman dekat penyanyi tersebut, Nain9, mempublikasikan
pesan dari Jonghyun di Instagram. Dalam catatannya, bintang pop
ini bercerita tentang depresi, yang akhirnya "melahap" dia
sepenuhnya. Berikut isi pesan dari mendiang Kim Jonghyun
Aku telah hancur dari dalam.Kesedihan yang perlahan memakanku, akhirnya telah melahapku.Aku tidak bisa
mengatasinya. Aku benci diriku.Tidak ada jawaban meskipun aku telah menangis
atau berteriak.Aku lebih memilih menghentikan nafasku dari pada aku bernafas
dengan berat setiap kali aku bangun
tidur.
Aku bertanya pada diriku,siapa yang bertanggung jawab akan hal ini. Jawabannya adalah aku sendiri. Aku benar-benar sendiri. Mudah untuk mengatakan akhiri ini. Namun tidak mudah untuk benar-benar mengakhiri ini. Aku telah hidup bersama masalahku. Aku ingin kabur. Dari diriku. Dari kalian. Aku bertanya siapa disana.itu aku. Sekali lagi, aku. Dan seterusnya, itu aku. MengapaAku bertanya pada diriku,siapa yang bertanggung jawab akan hal ini. Jawabannya adalah aku sendiri. Aku benar-benar sendiri. Mudah untuk mengatakan akhiri ini. Namun tidak mudah untuk benar-benar mengakhiri ini. Aku telah hidup bersama masalahku. Aku ingin kabur. Dari diriku. Dari kalian. Aku bertanya siapa disana.itu aku. Sekali lagi, aku. Dan seterusnya, itu aku.MengapaAku bertanya pada diriku,siapa yang bertanggung jawab akan hal ini.Jawabannya adalah aku sendiri.Aku benar-benar sendiri. Mudah untuk mengatakan akhiri ini.Namun tidak mudah untuk benar-benar mengakhiri ini.Aku telah hidup bersama masalahku.
Aku ingin kabur. Dari diriku. Dari kalian.Aku bertanya
siapa disana.itu aku.
Sekali lagi, aku. Dan seterusnya, itu aku.Mengapa aku terus melupakan memoriku.
Karena itu
adalah karakterku. Aku melihat hal ini.
Pada akhirnya, ini semua adalah
salahku.
Aku ingin mengetahuinya namun tidak ada yang tahu.
Tidak ada yang bisa
melihatku, sehingga tidak ada yang tahu aku disana.
Aku bertanya mengapa aku
hidup.
Hanya karena. Hanya karena, semua orang hidup.
Aku akan mati ketika aku
meminta kalian untuk mati.
Aku menderita dan cemas.
Aku tidak belajar bagaimana
cara mengubah kebosanan dan kesakitan menjadi sebuah kegembiraan.
Sakit adalah
sakit. Jangan lakukan itu, aku menekan diriku untuk mengatakan itu. Kenapa?
Kenapa aku tidak bisa melakukan apa yang aku inginkan hingga akhir? Aku mencoba
mencari tahu mengapa aku sakit.
Aku tahu pasti. Aku sakit karena diriku
sendiri.
Semuanya adalah salahku, aku tidak berguna.
Apa kau mendengarkan
pernyataanku? Tidak.
Aku tidak melakukan kesalahan.
Aku pikir akan sangat mudah
menjadi dokter yang mempermasalahkan karakterku dengan suara lembut.
Sangat
luar biasa melihat mengapa hal itu begitu sakit.
Orang-orang yang mengalami hal
yang lebih berat, hidup dengan baik.
Orang-orang yang mengalami hal yang lebih
mudah, hidup dengan baik.
Aku pikir tidak seperti itu.
Tidak ada seorang pun
yang mengalami hal yang lebih berat maupun lebih mudah dariku.
Tapi aku masih
hidup.
Aku tidak bertanya mengapa ini seperti ratusan kali untuk diriku
sendiri.
Itu untuk kalian. Aku ingin itu untukku.
Tolong jangan katakan sesuatu
yang tidak kau ketahui.
Mengapa aku mencari kesulitan.
Berapa kali kau
mengatakannya padaku.
Mengapa aku melalui masa-masa sulit.
Akankah ini sesulit
sekarang?
Bukankah drama membutuhkan sesuatu yang lebih spesifik?
Bukankah itu
membutuhkan lebih banyak cerita?
Aku telah memberitahukan sebuah cerita.
Kalian
tidak berpura-pura mendengarkannya kan?
Aku tidak bisa mengatasinya, ini tidak
akan menyebabkan bekas luka.
Aku pikir ini adalah perlawanan yang sangat
bertabrakan dengan dunia.
Aku kira bukan hidupku yang patut diketahui dunia.
Segalanya nampak sulit. Perlawanan, menjadi terkenal, ini sulit.
Mengapa aku
memilihnya, ini lucu.
Hingga saat ini aku bertahan dengan baik.
Apa kata lain
yang ada.
Katakan padaku, ‘Kamu telah melakukannya dengan baik’.
Cukup itu saja
sudah baik.
Katakan padaku aku telah melakukannya dengan baik.
Walaupun kalian
tidak bisa tersenyum/tertawa, jangan melepaskan aku dengan penyesalan.
Kamu telah bekerja dengan
keras.Kamu telah melewati banyak
hal.Selamat tinggal.
|
Nine, yang merupakan anggota band pop Dear Cloud, mengaku
mengunggah catatan Jonghyun karena pria tersebut pernah meminta untuk
merilisnya ke publik jika dia "menghilang dari dunia".
Manajemen Dear Cloud, Mymusic Entertainment, mengatakan
kepada kantor berita Yonhap bahwa
catatan itu diunggah setelah terlebih dahulu berkonsultasi dengan keluarga
Jonghyun. Namun tidak dijelaskan kapan catatan itu dikirim Jonghyun ke Nine.
Pada tanggal 21 Desember 2017, pemakaman pun dilaksanakan
dalam keadaan tertutup. Sebelum dimakamkan, tepatnya saat jasad Jonghyun dibawa
untuk dipindahkan dari rumah duka ke tempat pemakaman, telihat Onew, Key, Taemin dan Minho
SHINee mengantarkan Jonghyun ke peristirahatan terakhirnya.
Ini sekaligus menjadi momen terakhir SHINee dengan lima
personel. Membawa peti
Jonghyun bersama dengan Leeteuk, Donghae, dan Eunhyuk dari ‘Super Junior’, boy grup dari agensi yang sama.
Tangis Key SHINee pecah ketika peti Jonghyun masuk ke dalam
mobil jenazah. Pelantun lagu "Lucifer" itu masih tidak percaya kalau
kini Jonghyun telah pergi untuk selama-lamanya. Key SHINee pun hanya bisa
menumpahkan kesedihannya melalui sebuah surat yang ditulis tangan dan
mengunggah fotonya ke Instagram. Bersama surat itu terdapat sebuah cincin yang
diberikan Jonghyun SHINee kepadanya:
"Untuk Jonghyun yang aku sayangi. Hyung, ini aku Kibum. Aku melihat
wajahmu kemarin dan hari ini aku mengantar kepergianmu tapi aku masih tidak
percaya ini terjadi. Aku minta maaf tidak bersamamu melalui kesendirianmu. Kau
dan aku adalah orang paling keras kepala di grup. Jadi kita selalu punya cara
sendiri dan bahkan sampai akhirnya kau memutuskan kapan dirimu akan pergi dan
melakukan semuanya sendirian. Awalnya
sangat menyakitkan bagiku tapi menghabiskan waktu selama tiga hari denganmu,
aku rasa aku sudah mulai mengerti mengapa kau melakukan semua ini. Jangan
khawatir dengan kami semua dan aku akan menjaga ibu serta kakakmu selayaknya
keluargaku sendiri. Aku sangat merindukanmu, aku khawatir karena
sekarang pria yang selalu mendukung pendapatku saat diskusi sekarang sudah
pergi. Ketika aku sudah tua dan kita bertemu lagi, beritahu aku kalau aku sudah
melakukannya dengan baik juga! Untuk artis terbaik, teman, kakak dan rekan
dalam hidupku, Jonghyun Hyung, kamu sudah melakukan dengan baik. Aku sangat
mencintaimu! 2017.12.21."
Peristiwa
bunuh diri yang dilakukan Jonghyun SHINee membuat para penggemar melakukan
kilas balik atas perilaku lelaki yang meninggal di usia 27 tahun tersebut.
Sebagian besar mencari pertanda bahwa Jonghyun SHINee memang berniat pamit dari
para penggemar untuk selamanya.
Salah
satunya adalah saat Jonghyun SHINee menggelar konser solo bertajuk
"Inspired" pada 10 Desember lalu. Dilansir dari Soompi, Jumat
(22/12/2017), kala itu ia sempat bercerita tentang lima lagu baru miliknya.
Salah
satu lagu yang ia perkenalkan adalah lagu yang ia tulis sendiri, bertajuk “Only
One You Need".
Dalam
bahasa Korea, lagu ini bertajuk "Hwansang-Tong", yang makna
harfiahnya adalah 'phantom pain'. Ini adalah fenomena dalam dunia medis atas
rasa sakit yang muncul di bagian tubuh yang sudah tak ada. Ini umumnya terjadi
pada orang yang mendapat tindakan amputasi.
source: google.com cnnindonesia.com allkpop.com
source: google.com cnnindonesia.com allkpop.com



Komentar
Posting Komentar